Kamis, 21 Januari 2016



Manajemen lingkungan kamar bedah

A.   KONSEP INFEKSI NOSOKOMIAL
B.    KONSEP ASEPTIK
C.   PROSEDUR, TEKNIK ASEPTIK & STERILISASI

A.   KONSEP INFEKSI NOSOKOMIAL

Lingkungan bedah telah berkembang dari lingkungan antiseptik menjadi lingkungan aseptik. Membuat ruang operasi menjadi “kamar yang steril” dengan mengurangi mikroorganisme sampai tingkat minimum absolute adalah tujuan tim bedah.
Ruang operasi merupakan suatu lingkungan yang terkendali, & semua praktek yang berkaitan dengan pengendalian lingkungan bertujuan agar Tidak Terjadi Adanya Infeksi Pascaoperatif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi luka, al:
1.     Lamanya pembedahan
2.    Teknik ahli bedah
3.    Adanya mikroorganisme penginfeksi
4.    Pertahanan tubuh manusia
Infeksi Nosokomial adalah Infeksi yang didapat penderita ketika sedang dirawat di Rumah Sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain, atau pernah dirawat di tempat tersebut.
Batasan-batasan Infeksi Nosokomial al:
1.     Pada waktu penderita mulai dirawat di RS, tidak didapatkan tanda-tanda klinis penyakit tersebut
2.    Pada waktu penderita mulai dirawat di RS tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut.
3.    Tanda-tanda klinis infeksi tersebut baru timbul sekurang-kurangnya setelah 3x24 jam sejak mulai perawatan
4.    Infeksi tersebut bukan merupakan sisa (residual) dari infeksi sebelumnya
5.    Bila saat mulai dirawat sudah ada tanda-tanda infeksi, & terbukti infeksi tersebut didapat penderita ketika dirawat di RS yang sama, serta belum pernah dilaporkan sebagai infeksi nosokomial.

Keadaan yang tidak termasuk Infeksi Nosokomial al:
1.     Infeksi yang ada hubungannya dengan penyulit atau kelanjutan dari infeksi yang sudah ada pada waktu masuk RS, kecuali bakteri atau gejala-gejala yang jelas merupakan infeksi baru
2.    Pada neonatus, infeksi yang diketahui atau dibuktikan menular lewat plasenta (misal: Toxoplasmosis, Rubella, Sitomegalovirus, atau Sipilis) yang timbul sebelum 48 jam pasca kelahiran
3.    Keracunan makanan yang disebabkan oleh produk bakteri
Dampak dari tejadinya infeksi nosokomial, al:
1.     Morbiditas meningkat
2.    Mortalitas meningkat
3.    Lama perawatan memanjang
4.    Penggunaan obat & sarana kesehatan bertambah
5.    Mahalnya biaya kesehatan
6.    Menurunkan pandapatan RS
7.    Menurunkan mutu & citra RS, dll

Siklus Penularan Mikroorganisme                                                           Mikroba secara terus-menerus dipindahkan dari satu orang ke orang lain dalam suatu siklus yang berlangsung tanpa henti. Pengendalian infeksi & perioperatif dilakukan untuk tujuan memutuskan siklus ini & mencegah kontaminasi silang mikroorganisme.
Rantai infeksi terdiri atas 3 komponen utama, yakni:
1.     Sumber mikroorganisme
2.    Rute penularan
3.    Pejamu/host yang rentan

1.     Sumber mikroorganisme adalah benda, bahan, atau orang tempat mikroorganisme berada & tempat mikroorganisme tersebut dapat ditularkan.
Carrier/Pembawa adalah seseorang yang memindahkan mikroorganisme tanpa memperlihatkan gejala penyakit pada dirinya.
Tubuh manusia sering menjadi sumber infeksi. Sebagai contoh, pada kulit orang dewasa diperkirakan mengandung lebih dari 25.000 mikroorganisme/cm persegi, 250 milyar mikroorganisme di dalam mulut, & 2,5 trilyun mikroorganisme di kolon bagian bawah (Johnson & Johnson Medical, Inc., 1992a).
Mikroorganisme yang dapat dijumpai pada kulit & tubuh manusia bersifat:
a.    Sebagai penghuni tetap/permanen (Mikroorganisme residen)
b.    Sebagai penghuni sementara (Mikroorganisme transien).
Berbagai mikroorganisme yang sering dijumpai tersebut al:
1.     Aerobik-gram positif: Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Sterptococcus, & Corynebacterium diphtheria.
Ditemukan pada hidung, tenggorokan, kulit, rambut, & daerah perianus yang dapat menimbulkan radang tenggorokan, septicemia, ISK, abses, & infeksi pada luka opersi kelas I.
2.    Aerobik-gram negative: Escherichia coli, Haemophilus influenza, Psudomonas, Serratia.
Ditemukan pada mata, hidung, mulut, tenggorokan, kolon, saluran kemih, & darah, yang dapat menimbulkan pneumonia dan infeksi septicemia pada luka operasi kelas I & II. Spesies Psudomonas terutama menyerang pasien dengan gangguan kekebalan, misalnya pasien dengan luka bakar luas, kanker, atau yang mendapat terapi antimikroba jangka panjang. Serratia bersifat sangat virulen & dapat menimbulkan infeksi nosokomial.
3.    Anaerobik-gram positif: Actinomyces, Clostridium tetani, Clostridium perfringens.
Dapat ditemukan pada traktus gastrointestinal, & vagina serta menyebabkan abses kronik (terutama pada daerah kepala, leher, & rongga peritoneum), penyakit paru, & bakteriemia.
4.    Anaerobik-gram negative: Bacteroides.
Dapat ditemukan pada mulut, hidung, tenggorokan, & kolon yang dapat menyebabkan peritonitis, abses, & septicemia.
5.    Ragi; Candida.
Dapat ditemukan pada mulut, kulit, kolon, & gastrointestinal, yang dapat menyebabkan penyakit dermatitis, infeksi paru & septicemia.
6.    Virus: Hepatitis virus A, B, C, D, E & Human immunodeficiency virus (HIV).
Sebagian mikroorganisme ini dapat ditemukan pada feces, darah, mulut, kulit, & cairan tubuh, serta dapat menyebabkan hepatitis & AIDS.

2.    Rute Penularan adalah mekanisme perpindahan mikroorganisme dari satu tempat atau orang ke yang lain.
Ada 4 rute penularan yang sering terjadi, yaitu kontak manusia, udara, alat pengangkut, & vector (Kneedler & Dodge, 1994).
a.    Kontak manusia
·         Kontak manusia secara langsung
Orang yang mengandung mikroorganisme menyentuh orang lain sehingga mikroorganismenya berpindah. Siklus ini dapat dihentikan oleh tindakan mencuci tangan yang adekuat, dengan menggunakan larutan antimikroba, & dengan menerapkan teknik aseptic yang sempurna.
·         Kontak manusia secara tak langsung
Terjadi apabila carrier menyentuh suatu benda atau orang maka mikroorganismenya akan berpindah ke benda/orang tersebut. Misal, menyentuhkan sebuah benda steril ke benda yang tidak steril menyebabkan mikroorganisme berpindah sehingga mengontaminasi benda steril tersebut.
b.    Udara
Mikroba terdapat dalam percikan air liur yang terbentuk sewaktu kita bicara, batuk, atau bersin. Selain itu, mikroorganisme juga dapat dipindahkan oleh udara melalui aerosol. Misal, pembersihan alat yang terkontaminasi secara tidak benar dengan menggunakan sikat yang mengandung air menghasilkan butir-butir air terkontaminasi yang ditularkan lewat udara. Aerosol juga dapat terbentuk oleh laser, bor ortopedik,& alat-alat irigasi.
Siklus penularan dapat diputuskankan melalui:
·         Penggunaan penutup mata & wajah yang bersifat protektif,
·         Mengurangi bicara sewaktu prosedur bedah berjalan
·         System ventilasi & pengeluaran udara yang adekuat
·         Adanya system aliran udara khusus, &
·         Teknik pembatasan partikel aerosol yang tepat.
c.  Alat pengangkut
Terjadi saat benda terkontaminasi (misal: makanan/minuman) terpajan ke penjamu/host yang rentan.
d.    Penularan melalui vektor biasanya berlangsung dengan bantuan serangga, burung, atau  hewan. Hal ini jarang terjadi di RS. Pengendalian atas sumber mikroorganisme ini menghentikan rute penularan tersebut.

3.    Pejamu yang rentan/host memiliki kuosien infektifitas yang tinggi. Yakni, mereka mudah mengalami penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme & tidak menimbulkan kelainan pada orang yang memiliki system imun normal.
Mereka yang rentan adalah bayi, lansia, orang yang kegemukan atau malah kurang gizi, pecandu obat terlarang, pengidap diabetes, & penderita penyakit AIDS yang respon imunnya terganggu.



B.    KONSEP ASEPTIK
Asepsis merupakan suatu usaha atau tindakan yang membuat instrumen-instrumen, semua peralatan & linen yang berhubungan dengan tindakan operasi bebas dari bakteri, virus, spora, & fungi. Keadaan inilah yang disebut dengan STERIL.   Asepsis didasarkan pada beberapa prinsip & praktek umum. Suatu metode pengendalian infeksi yang melindungi pasien & para petugas kesehatan diterapkan dalam bentuk “Kewaspadaan Universal”, yang meliputi 3 komponen yaitu:
1.     Penggunaan pelindung
2.    Pencucian tangan yang sesuai
3.    Kewaspadaan dalam menangani benda tajam.
Inti dari asepsis adalah sistem nilai yang disebut pertimbangan moral dalam bedah & pemahaman mengenai sterilitas dan bioburden.
STERIL, secara tradisional didefinisikan sebagai Keadaan bebas dari mikroorganisme termasuk spora (Atkinson, 1992). Saat ini didefinisikan sebagai IKM (Indeks Keamanan Mikrobiologis). IKM  dengan nilai 6 (1x106) menunjukkan bahwa, terdapat probabilitas 99,99% sebagai indikasi bahwa produk tersebut Steril (Atkinson, 1992). BERSIH, secara bedah didefinisikan sebagai tidak steril, dengan penurunan mikroorganisme ke tingkat minimal melalui cara-cara kimiawi, fisik, atau mekanis.
BIOBURDEN, adalah sejumlah mikroorganisme di setiap benda atau lingkungan pada waktu tertentu. Salah satu penentu utama timbulnya infeksi luka operasi (ILO) pasca pembedahan adalah sejumlah mikroorganisme yang terdapat di tempat operatif selama pembedahan (disebut, beban hayati luka/ bioburden of the wound). Jika bioburden melebihi ambang pertahanan pasien, maka luka dapat mengalami kolonisasi atau terinfeksi.
Untuk mempertahankan sterilitas OK, harus diperhatikan 3 aspek penting yang meliputi:
a.    Lingkungan
Lingkungan OK harus dalam keadaan bersih & siap pakai
1.     Alas kaki petugas harus dibedakan untuk ruang operasi, kamar kecil, & kegiatan       di luar kamar operasi
2.    Pintu OK harus selalu dalam keadaan tertutup serta batasi lalu lintas/keluar masuk petugas
3.    Membuat jadwal pembersihan rutin kamar bedah & dilaksanakan dengan disiplin & cermat.
4.    Lakukan uji bakteriologi rutin, minimal 2 bulan sekali terhadap ruangan operasi, alat-alat, air, debu. Untuk pegawai OK dilakukan uji kesehatan secara periodic minimal 6 bulan sekali.
5.    Air yang dipakai harus memenuhi syarat (bebas kuman & partikel)
6.    Pengontrolan debu.
b.    Petugas
1.     Dalam penerapan tekhnik aseptik, hanya tim bedah steril yang boleh berada di daerah steril di kamar operasi
2.    Mentaati batasan tegas area di OK
3.    Harus memakai baju khusus, topi, & masker
4.    Ahli anestesi & perawat sirkuler tidak boleh melintas di depan tim bedah yang sudah memakai baju steril
5.    Tim bedah steril harus melakukan prosedur pemakaian topi, masker, cuci tangan, pemakaian jas steril, sarung tangan steril, & drapping.
c.    Pasien
Pasien yang akan dioperasi harus dibebaskan area pembedahannya dari debu, mikroorganisme, & minyak yang menempel di kulit, guna menekan seminimal mungkin bahaya infeksi akibat sayatan kulit.













3 komentar:

  1. The Best Baccarat Strategies for Beginners - FBCASINO
    If febcasino you are looking for the best Baccarat strategies, 메리트 카지노 you've come to the right place. The best part is that all you need to know is the strategies you 샌즈카지노

    BalasHapus
  2. Live Casino – Play Games at LuckyClub
    Live Casino – Play Games at LuckyClub! The best casino sites to play online, join luckyclub.live and win real money at a live casino! Sign up for free, get 100% up to £

    BalasHapus
  3. Borgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City - Mapyro
    The Borgata Hotel Casino & Spa is Atlantic City's favorite place to 인천광역 출장샵 stay, featuring more than 순천 출장안마 2,100 slots, 17 table games and a variety of entertainment Address: 화성 출장마사지 8 Borgata Way, Atlantic City, NJ 08401Phone: 1.609.232.4766Hours: Open 24 hours, 7 days aWeekend 시흥 출장안마 Brunch: $31 - $50; Dinner: $38 - $50; Specials: $50 + $100; Dine 경상북도 출장안마 out: $45; Specials: $35 - $50 Rating: 4.7 · ‎5,610 reviews

    BalasHapus