Manajemen
lingkungan kamar bedah
A. KONSEP
INFEKSI NOSOKOMIAL
B. KONSEP
ASEPTIK
C. PROSEDUR,
TEKNIK ASEPTIK & STERILISASI
A.
KONSEP INFEKSI NOSOKOMIAL
Lingkungan bedah telah berkembang dari
lingkungan antiseptik menjadi lingkungan aseptik. Membuat ruang operasi menjadi
“kamar yang steril” dengan mengurangi mikroorganisme sampai tingkat minimum
absolute adalah tujuan tim bedah.
Ruang operasi merupakan suatu lingkungan
yang terkendali, & semua praktek yang berkaitan dengan pengendalian
lingkungan bertujuan agar Tidak Terjadi Adanya Infeksi Pascaoperatif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya infeksi luka, al:
1. Lamanya
pembedahan
2. Teknik
ahli bedah
3. Adanya
mikroorganisme penginfeksi
4. Pertahanan
tubuh manusia
Infeksi
Nosokomial adalah Infeksi yang didapat penderita ketika sedang dirawat di Rumah
Sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain, atau pernah dirawat di tempat
tersebut.
Batasan-batasan
Infeksi Nosokomial al:
1. Pada
waktu penderita mulai dirawat di RS, tidak didapatkan tanda-tanda klinis
penyakit tersebut
2. Pada
waktu penderita mulai dirawat di RS tidak sedang dalam masa inkubasi dari
infeksi tersebut.
3. Tanda-tanda
klinis infeksi tersebut baru timbul sekurang-kurangnya setelah 3x24 jam sejak
mulai perawatan
4. Infeksi
tersebut bukan merupakan sisa (residual) dari infeksi sebelumnya
5. Bila
saat mulai dirawat sudah ada tanda-tanda infeksi, & terbukti infeksi
tersebut didapat penderita ketika dirawat di RS yang sama, serta belum pernah
dilaporkan sebagai infeksi nosokomial.
Keadaan
yang tidak termasuk Infeksi Nosokomial al:
1. Infeksi
yang ada hubungannya dengan penyulit atau kelanjutan dari infeksi yang sudah
ada pada waktu masuk RS, kecuali bakteri atau gejala-gejala yang jelas
merupakan infeksi baru
2. Pada
neonatus, infeksi yang diketahui atau dibuktikan menular lewat plasenta (misal:
Toxoplasmosis, Rubella, Sitomegalovirus, atau Sipilis) yang timbul sebelum 48
jam pasca kelahiran
3. Keracunan
makanan yang disebabkan oleh produk bakteri
Dampak
dari tejadinya infeksi nosokomial, al:
1. Morbiditas
meningkat
2. Mortalitas
meningkat
3. Lama
perawatan memanjang
4. Penggunaan
obat & sarana kesehatan bertambah
5. Mahalnya
biaya kesehatan
6. Menurunkan
pandapatan RS
7. Menurunkan
mutu & citra RS, dll
Siklus
Penularan Mikroorganisme
Mikroba secara terus-menerus dipindahkan dari satu orang ke
orang lain dalam suatu siklus yang berlangsung tanpa henti. Pengendalian
infeksi & perioperatif dilakukan untuk tujuan memutuskan siklus ini & mencegah
kontaminasi silang mikroorganisme.
Rantai
infeksi terdiri atas 3 komponen utama, yakni:
1. Sumber
mikroorganisme
2. Rute
penularan
3. Pejamu/host
yang rentan
1. Sumber mikroorganisme
adalah benda, bahan, atau orang tempat mikroorganisme berada & tempat
mikroorganisme tersebut dapat ditularkan.
Carrier/Pembawa adalah
seseorang yang memindahkan mikroorganisme tanpa memperlihatkan gejala penyakit
pada dirinya.
Tubuh
manusia sering menjadi sumber infeksi. Sebagai contoh, pada kulit orang dewasa
diperkirakan mengandung lebih dari 25.000 mikroorganisme/cm persegi, 250 milyar
mikroorganisme di dalam mulut, & 2,5 trilyun mikroorganisme di kolon bagian
bawah (Johnson & Johnson Medical, Inc., 1992a).
Mikroorganisme
yang dapat dijumpai pada kulit & tubuh manusia bersifat:
a.
Sebagai penghuni tetap/permanen
(Mikroorganisme residen)
b.
Sebagai penghuni sementara
(Mikroorganisme transien).
Berbagai
mikroorganisme yang sering dijumpai tersebut al:
1.
Aerobik-gram positif: Staphylococcus aureus, Staphylococcus
epidermis, Sterptococcus, & Corynebacterium
diphtheria.
Ditemukan
pada hidung, tenggorokan, kulit, rambut, & daerah perianus yang dapat
menimbulkan radang tenggorokan, septicemia, ISK, abses, & infeksi pada luka
opersi kelas I.
2.
Aerobik-gram negative: Escherichia coli, Haemophilus influenza,
Psudomonas, Serratia.
Ditemukan
pada mata, hidung, mulut, tenggorokan, kolon, saluran kemih, & darah, yang
dapat menimbulkan pneumonia dan infeksi septicemia pada luka operasi kelas I
& II. Spesies Psudomonas terutama
menyerang pasien dengan gangguan kekebalan, misalnya pasien dengan luka bakar
luas, kanker, atau yang mendapat terapi antimikroba jangka panjang. Serratia bersifat sangat virulen &
dapat menimbulkan infeksi nosokomial.
3. Anaerobik-gram
positif: Actinomyces, Clostridium tetani,
Clostridium perfringens.
Dapat
ditemukan pada traktus gastrointestinal, & vagina serta menyebabkan abses
kronik (terutama pada daerah kepala, leher, & rongga peritoneum), penyakit
paru, & bakteriemia.
4. Anaerobik-gram
negative: Bacteroides.
Dapat
ditemukan pada mulut, hidung, tenggorokan, & kolon yang dapat menyebabkan
peritonitis, abses, & septicemia.
5.
Ragi; Candida.
Dapat
ditemukan pada mulut, kulit, kolon, & gastrointestinal, yang dapat
menyebabkan penyakit dermatitis, infeksi paru & septicemia.
6.
Virus: Hepatitis virus A, B, C, D, E
& Human immunodeficiency virus (HIV).
Sebagian
mikroorganisme ini dapat ditemukan pada feces, darah, mulut, kulit, &
cairan tubuh, serta dapat menyebabkan hepatitis & AIDS.
2. Rute Penularan adalah
mekanisme perpindahan mikroorganisme dari satu tempat atau orang ke yang lain.
Ada
4 rute penularan yang sering terjadi, yaitu kontak manusia, udara, alat
pengangkut, & vector (Kneedler & Dodge, 1994).
a.
Kontak manusia
·
Kontak manusia secara langsung
Orang yang mengandung mikroorganisme menyentuh
orang lain sehingga mikroorganismenya berpindah. Siklus ini dapat dihentikan
oleh tindakan mencuci tangan yang adekuat, dengan menggunakan larutan
antimikroba, & dengan menerapkan teknik aseptic yang sempurna.
·
Kontak manusia secara tak langsung
Terjadi apabila
carrier menyentuh suatu benda atau orang maka mikroorganismenya akan berpindah
ke benda/orang tersebut. Misal, menyentuhkan sebuah benda steril ke benda yang
tidak steril menyebabkan mikroorganisme berpindah sehingga mengontaminasi benda
steril tersebut.
b. Udara
Mikroba terdapat dalam
percikan air liur yang terbentuk sewaktu kita bicara, batuk, atau bersin.
Selain itu, mikroorganisme juga dapat dipindahkan oleh udara melalui aerosol.
Misal, pembersihan alat yang terkontaminasi secara tidak benar dengan menggunakan
sikat yang mengandung air menghasilkan butir-butir air terkontaminasi yang
ditularkan lewat udara. Aerosol juga dapat terbentuk oleh laser, bor
ortopedik,& alat-alat irigasi.
Siklus penularan dapat
diputuskankan melalui:
·
Penggunaan penutup mata & wajah yang
bersifat protektif,
·
Mengurangi bicara sewaktu prosedur
bedah berjalan
·
System ventilasi & pengeluaran
udara yang adekuat
·
Adanya system aliran udara khusus,
&
·
Teknik pembatasan partikel aerosol yang
tepat.
c. Alat pengangkut
Terjadi saat benda
terkontaminasi (misal: makanan/minuman) terpajan ke penjamu/host yang rentan.
d. Penularan
melalui vektor biasanya berlangsung dengan bantuan serangga, burung, atau hewan. Hal ini jarang terjadi di RS.
Pengendalian atas sumber mikroorganisme ini menghentikan rute penularan
tersebut.
3.
Pejamu yang rentan/host memiliki
kuosien infektifitas yang tinggi. Yakni, mereka mudah mengalami penyakit yang
disebabkan oleh mikroorganisme & tidak menimbulkan kelainan pada orang yang
memiliki system imun normal.
Mereka
yang rentan adalah bayi, lansia, orang yang kegemukan atau malah kurang gizi,
pecandu obat terlarang, pengidap diabetes, & penderita penyakit AIDS yang
respon imunnya terganggu.
B.
KONSEP ASEPTIK
Asepsis
merupakan suatu usaha atau tindakan yang membuat instrumen-instrumen, semua
peralatan & linen yang berhubungan dengan tindakan operasi bebas dari
bakteri, virus, spora, & fungi. Keadaan inilah yang disebut dengan STERIL. Asepsis didasarkan pada beberapa prinsip
& praktek umum. Suatu metode pengendalian infeksi yang melindungi pasien
& para petugas kesehatan diterapkan dalam bentuk “Kewaspadaan Universal”,
yang meliputi 3 komponen yaitu:
1.
Penggunaan pelindung
2.
Pencucian tangan yang sesuai
3.
Kewaspadaan dalam menangani benda
tajam.
Inti
dari asepsis adalah sistem nilai yang disebut pertimbangan moral dalam bedah
& pemahaman mengenai sterilitas dan bioburden.
STERIL,
secara tradisional didefinisikan sebagai Keadaan bebas dari mikroorganisme
termasuk spora (Atkinson, 1992). Saat ini didefinisikan sebagai IKM (Indeks
Keamanan Mikrobiologis). IKM dengan nilai
6 (1x106) menunjukkan bahwa, terdapat probabilitas 99,99% sebagai
indikasi bahwa produk tersebut Steril (Atkinson, 1992). BERSIH, secara bedah
didefinisikan sebagai tidak steril, dengan penurunan mikroorganisme ke tingkat
minimal melalui cara-cara kimiawi, fisik, atau mekanis.
BIOBURDEN, adalah
sejumlah mikroorganisme di setiap benda atau lingkungan pada waktu tertentu.
Salah satu penentu utama timbulnya infeksi luka operasi (ILO) pasca pembedahan
adalah sejumlah mikroorganisme yang terdapat di tempat operatif selama
pembedahan (disebut, beban hayati luka/ bioburden of the wound). Jika bioburden melebihi ambang pertahanan
pasien, maka luka dapat mengalami kolonisasi atau terinfeksi.
Untuk
mempertahankan sterilitas OK, harus diperhatikan 3 aspek penting yang meliputi:
a.
Lingkungan
Lingkungan
OK harus dalam keadaan bersih & siap pakai
1. Alas
kaki petugas harus dibedakan untuk ruang operasi, kamar kecil, &
kegiatan di luar kamar operasi
2. Pintu
OK harus selalu dalam keadaan tertutup serta batasi lalu lintas/keluar masuk
petugas
3. Membuat
jadwal pembersihan rutin kamar bedah & dilaksanakan dengan disiplin &
cermat.
4. Lakukan
uji bakteriologi rutin, minimal 2 bulan sekali terhadap ruangan operasi,
alat-alat, air, debu. Untuk pegawai OK dilakukan uji kesehatan secara periodic
minimal 6 bulan sekali.
5. Air
yang dipakai harus memenuhi syarat (bebas kuman & partikel)
6. Pengontrolan
debu.
b.
Petugas
1. Dalam
penerapan tekhnik aseptik, hanya tim bedah steril yang boleh berada di daerah
steril di kamar operasi
2. Mentaati
batasan tegas area di OK
3. Harus
memakai baju khusus, topi, & masker
4. Ahli
anestesi & perawat sirkuler tidak boleh melintas di depan tim bedah yang
sudah memakai baju steril
5. Tim
bedah steril harus melakukan prosedur pemakaian topi, masker, cuci tangan,
pemakaian jas steril, sarung tangan steril, & drapping.
c.
Pasien
Pasien
yang akan dioperasi harus dibebaskan area pembedahannya dari debu,
mikroorganisme, & minyak yang menempel di kulit, guna menekan seminimal
mungkin bahaya infeksi akibat sayatan kulit.
The Best Baccarat Strategies for Beginners - FBCASINO
BalasHapusIf febcasino you are looking for the best Baccarat strategies, 메리트 카지노 you've come to the right place. The best part is that all you need to know is the strategies you 샌즈카지노
Live Casino – Play Games at LuckyClub
BalasHapusLive Casino – Play Games at LuckyClub! The best casino sites to play online, join luckyclub.live and win real money at a live casino! Sign up for free, get 100% up to £
Borgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City - Mapyro
BalasHapusThe Borgata Hotel Casino & Spa is Atlantic City's favorite place to 인천광역 출장샵 stay, featuring more than 순천 출장안마 2,100 slots, 17 table games and a variety of entertainment Address: 화성 출장마사지 8 Borgata Way, Atlantic City, NJ 08401Phone: 1.609.232.4766Hours: Open 24 hours, 7 days aWeekend 시흥 출장안마 Brunch: $31 - $50; Dinner: $38 - $50; Specials: $50 + $100; Dine 경상북도 출장안마 out: $45; Specials: $35 - $50 Rating: 4.7 · 5,610 reviews